Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tiga Bahaya Pinjaman Online Ilegal yang Seharusnya Kamu Jauhi


Semenjak keberadaannya pada 2016 lalu, pinjaman online langsung jadi bintang yang dilirik beberapa orang. Dengan pinjaman online, kamu dapat memperoleh dana dengan cepat dan mudah pada keadaan tertekan.

Tetapi dibalik keringanan yang dijajakan, kamu perlu waspada saat menentukan financial technology lending (perusahaan pinjaman online) yang akurat. Karena ada banyak financial technology lending yang belum tercatat di Kewenangan Jasa Keuangan (OJK).

Senior Financial Advisor Aidil Besar Madjid, mengatakan bahaya pinjam uang di financial technology lending ilegal.

“Bahaya pinjaman online illegal, bunganya tinggi, penalti tinggi dan sering kali terjadi kebocoran data personal. Misalnya kita tidak membayar, mereka akan memakai beragam langkah untuk menjelek-jelekkan kita dengan menebarkan beberapa data individu kita,” tuturnya.

  1. Bunga Tinggi

Bahaya pinjaman online yang tidak tercatat di OJK ialah bunga yang tinggi sekali dan terkadang tidak logis. Saat pembayaran macet, bunga pinjaman online ilegal bertambah berkali lipat. Tidak tutup peluang banyaknya semakin besar dari nominal pinjaman.

Meskipun begitu hingga saat ini OJK belum mempunyai ketetapan masalah dasar suku bunga untuk financial technology lending.

  1. Denda Tinggi

Sama seperti dengan pinjaman konservatif, pinjaman online berlakukan mekanisme denda saat peminjam terlambat bayar.

Jumlah denda pada pinjaman online illegal juga lumayan tinggi. Perusahaan financial technology lending illegal bukan hanya meminta bunga ketertinggalan saja, tapi juga denda yang lain.

Hal tersebut tentu saja akan makin bikin rugi peminjam karena harus bayar nominal pinjaman dan bunga dan denda tambahan.

  1. Kebocoran Data Individu

Saat ajukan pinjaman online, calon peminjam harus mengambil program financial technology lending sebagai salah satunya proses. Kemudian calon peminjam akan diminta kesepakatan untuk memberi akses data personal sebagai ketentuannya.

 

Dalam pinjaman online, beberapa data itu beresiko tinggi untuk disalahpergunakan. Bila pembayaran macet, faksi financial technology illegal tidak enggan membuat malu peminjam dengan menebar beberapa data pribadinya.

OJK sebagai lembaga yang memberi dasar hukum pinjaman online pernah mengulas resiko kebocoran data personal nasabah di media sosialnya. Berdasar info OJK, semua data personal digital dari calon nasabah bisa menjadi variable dalam hitung scoring sekalian jadi agunan rekam jejak sebagai alternatif agunan kebendaan seperti (rumah, kendaraan motor, dan yang lain)

Dalam pinjaman online, hal itu tidak dapat dijauhi. Karena bila menampik memberi akses, program secara automatis tidak berhasil terinstal.

Lalu bagaimanakah langkah ketahui financial technology lending yang tidak terdaftra OJK?

Financial technology lending illegal tidak mempunyai ijin sah, tidak mempunyai alamat kantor dan identitas pengurus yang terang, bunga pinjaman tak terbatas, akses ke semua data yang berada di handphone peminjam, dan teror terror dan pencemaran nama baik peminjam.

Jadi saat sebelum mencoba, yakinkan perusahaan pinjaman online tercatat di OJK, ya!

Posting Komentar untuk "Tiga Bahaya Pinjaman Online Ilegal yang Seharusnya Kamu Jauhi"